System Technology and Superpower
/
1 Bab 1 : Guru Baru, Murid Baru, Lalu Hal Apa Lagi Yang Baru?
History
SUBSCRIBE
Sign out
System Technology and Superpower
Author :DonyAulia_Alienaru
© Webnovel

1 Bab 1 : Guru Baru, Murid Baru, Lalu Hal Apa Lagi Yang Baru?

"Fuah..."

Daniel terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam dinding dan menemukan bahwa ia akan terlambat.

"Sial, dimana adek-adekku?"

Daniel dengan cepat berlari ke kamar mandi. Tak sampai 5 menit ia selesai mandi.

Daniel ditemukan oleh seorang laki-laki paruh baya saat berusia 2 tahun. Kemudian, saat usia 5 tahun, ada 2 orang bayi kembar laki-laki dan perempuan ditemukan persis seperti Daniel ditemukan.

Sang kakek sudah tiada sejak Daniel kelas 2 SMP. Sejak saat itu dia mukai bekerja setelah pulang sekolah untuk membiayai sekolah dan biaya makanan adik kembarnya.

Nama adik kembarnya adalah Raka dan Rika. Raka untuk adik laki-laki dan Rika untuk adik perempuan.

Raka dan Rika sekarang sudah kelas 2 SMP. Sekolah Raka dan Rika tak jauh dari SMK dimana Daniel bersekolah, hanya berjarak 100 meter.

Setelah selesai menggunakan seragam, Daniel berlari ke dapur dan menaruh roti dimulutnya.

Meski jarak sekolahnya dekat, dibutuhkan waktu 15 menit jika berlari.

Daniel berlari melewati berbagai jalan pintas.

"Eh, maaf Bu!" Daniel tak sengaja menabrak jemuran ibu-ibu di komplek perumahan.

"Daniel! Jangan kabur!" kata seorang ibu-ibu.

"Maaf, Bu Surti. Saya lagi buru-buru. Nanti aja marah-marahnya pas saya udah pulang sekolah," kata Daniel setelah berhenti sebentar untuk meminta maaf kemudian ia berlari lagi.

"Dasar anak jaman sekarang!" Bu Surti mengambil pakaiannya yang jatuh, lalu menghela nafas, "Daniel, Daniel."

***

Sebuah mobil hendak berhenti di depan gerbang, namun sebelum berhenti sang sopir tidak melihat seseorang yang sedang berlari menyebrang jalan. Begitu juga orang yang berlari, tak memperhatikan mobil yang sedang melaju.

Sopir dengan cepat menginjak rem, tapi tak sempat karena sudah menabrak anak muda yang berseragam sekolah yang sama seperti yang dikenakan Nona muda yang ia bawa.

"Aduh!" Daniel merintih kesakitan dan mencoba untuk berdiri.

Di dalam mobil, Nona muda bertanya, "Ada apa pak? Kenapa berhenti?"

"Maaf, Non. Tadi tidak sengaja menabrak seseorang. Saya keluar dulu."

Sopir dengan cepat keluar dari mobil.

Saat keluar dari mobil, Sopir tak menemukan orang yang ditabraknya. Sopir kembali masuk kedalam mobil.

"Non, orang yang ditabrak udah kabur. Gimana Non?" tanya Sopir bingung.

"Eh? Kok dia yang kabur? Bukannya yang biasa kabur itu yang nabrak?" Nona muda memiringkan kepalanya bertanya dengan kebingungan.

"Nona, saya juga tidak tahu. Tapi, dia tadi pakai seragam yang sama seperti Nona," jawab Sopir.

"Ayo pak, nanti saya yang akan menemukan dia di sekolah," Nona muda berkata dengan senyuman.

"Baik, Non." Sopir mengangguk.

***

Daniel menghela nafas, "Siapa sih di dalam mobil itu? Pasti anak orang kaya. Untungnya cepet kabur, kalo nggak, bisa-bisa ngamuk, terus minta ganti rugi deh."


Daniel menggerutu sendiri, lalu berkata pada dirinya sendiri seolah menghipnotis dirinya sendiri, "Andalkan dirimu sendiri, Andalkan kemampuanmu, jangan bergantung pada orang lain, bekerja keras demi adik-adikmu."

Daniel berjalan menuju Kelas 11-B. Kelas 11-B ada di lantai 1 gedung A.

Daniel berjalan dengan tergesa-gesa agar tak terlambat masuk kelas. Karena ia berjalan dengan cepat, Ia menabrak seseorang.

Daniel terjatuh, lalu ia melihat orang yang di tabraknya. Orang itu adalah Ketua Osis, Kinar Ramadhani. Namun, Daniel tak mengenalnya.

Ketua Osis juga jatuh, tapi ia juga menyalahkan dirinya karena terlalu fokus membaca dokumen-dokumen.

"Um, aku juga minta maaf," kata Kinar sambil mengambil kertas yang bertebaran.

Daniel juga membantu mengambil kertas yang bertebaran, ia berkata "Maafkan aku."

Daniel selesai mengambil kertas yang bertebaran, ia berkata, "Aku duluan," Daniel melambaikan tangannya, lalu melanjutkan, "alamak! Dua menit lagi! Selamat tinggal orang yang tak kukenal." Daniel buru-buru berlari.

Kinar tertegun, kemudian ia berbisik, "Hei, aku ini Ketua Osis. Bagaimana kamu tak mengenaliku?"

Karena tak banyak waktu lagi, Kinar segera membawa dokumen ke Ruang Osis dan kembali ke kelasnya.

***

Daniel masuk kelas tepat waktu. Ia segera duduk di tempat duduknya.

Semenit kemudian, seorang guru perempuan muda masuk ke kelas.

Ketua kelas berdiri, memimpin untuk memberi salam.

Kemudian diikuti oleh demua murid berdiri, tak terkecuali Daniel, untuk memberi salam.

Setelah memberi salam, semua murid duduk.

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang kenaikan kelas. Daniel sekarang duduk di kelas 11 SMK.

Daniel adalah siswa yang biasa-biasa saja karena ia tak punya waktu untuk belajar. Ia menggunakan semua waktu luangnya untuk bekerja.

Seorang guru perempuan berdiri di depan kelas untuk memperkenalkan dirinya. Mata siswa laki-laki menjadi cerah karena guru didepan kelas sangat cantik.

"Selamat pagi anak-anak. Pada tahun ini saya akan menjadi Wali Kelas untuk kelas 11-B ini. Nama Ibu adalah Nia Alicia. bisa dipanggil Bu Nia," Bu Nia berhenti sebentar, lalu melanjutkan "Karena Ibu baru masuk tahun ini. Jadi, tolong perkenalkan diri kalian. Dimulai dari ketua kelas. Setelah perkenalan, kalian baru boleh nanya-nanya sama ibu."

"Baik, Bu!" jawab semua siswa-siswi dengan semangat.

"Perkenalkan, nama saya Yudhistira, Ketua Kelas." Ketua kelas, Yudhistira memperkenalkan diri dengan singkat namun semua cewek di kelas bersorak.

"Perkenalkan, nama saya Hana, Wakil Ketua kelas. Hobiku adalah menonton Drama." Kali ini wakil ketua kelas yang populer, Hana. Dia memiliki banyak fans dikalangan siswa, namun juga memiliki haters yang tak sedikit jumlahnya.

"Perkenalkan, nama saya Silvia. Sekertaris kelas. Hobi membaca." Silvia adalah Salah satu kecantikan di kelas dan siswi baik.

"Perkenalkan, nama saya Nurul. Bendahara kelas. Hobi jalan-jalan." Nurul, siswi rusuh dan paling banyak omong.

"Perkenalkan, Nama saya Ardi..."

"Perkenalkan, Nama saya Max..."

"Perkenalkan, Nama saya Regi..."

Setiap perkenalan, siswa dan siswi selalu bertepuk tangan. sampai pada Daniel..

"Nama saya, Daniel. Hobi bekerja. Terima kasih."

Ketika Daniel selesai memperkenalkan diri, hanya 2 orang yang bertepuk tangan. sisanya hanya mengabaikannya.

Bu Nia bingung, namun satu siswa dengan cepat mengalihkan topik.

Karena Daniel adalah siswa yang duduk paling ujung, itu artinya perkenalan sudah berakhir.

Salah satu siswa dengan cepat bertanya, "Bu Nia, ini kan sudah selesai perkenalannya. Saya mau nanya dong. Bu Nia hobinya apa?"

"Oh, Hobi saya itu membaca, olahraga, dan menonton. Ada pertanyaan lagi?" jawab Bu Nia dengan lembut.

"Usia Bu Nia berapa?"

"Nomor HP Bu Nia?"

"Facebook?"

"Twitter?"

"IG?"

"Bu Nia udah punya pacar belum?"

Pertanyaan didominasi oleh siswa laki-laki. Regi dan Max pun ikut bertanya juga.

Hanya satu siswa laki-laki yang tak peduli, Itu adalah Daniel.

Bu Nia menjawab pertanyaan satu persatu "Usia saya masih 22 tahun. Facebook, IG, Twitter, saya masih pakai, tapi itu udah jarang. Terus saya juga masih single."

Setelah jawaban itu, Para siswa berteriak senang!

Bu Nia tersenyum puas dan melihat ke arah para siswa. Ia menemukan Daniel yang acuh tak acuh. Di dalam hatinya ia menggerutu, "Hei, aku ini cantik, single, kenapa murid yang satu ini tak memperdulikanku?"

Teriakan itu sampai ke kelas sebelah. Seorang guru botak, maksudnya guru killer, mendatangi kelas 11-B dengan wajah marah. Ia kemudian membentak seluruh murid.

"Tolong tenang! Ini sekolah bukan tempat

konser Idol! Jadi, jangan berisik!"

Setelah pak guru itu selesai, ia pun pergi, dan kelas menjadi tenang. Pak guru botak tak melihat guru baru yang cantik karena emosi yang berlebihan.

"Sudah, jangan berisik lagi. Kali ini ibu juga membawa satu murid baru. Ayo, silahkan masuk," Bu Nia melihat ke arah pintu masuk, lalu menganggukkan kepala.

Seorang siswi cantik masuk, Rambut keemasan, mata birunya, bibirnya yang mungil, dan wajahnya yang putih membuat seluruh kelas hening.

Murid dari luar negeri!

Para siswa laki-laki bersiap-siap untuk menanyakan sesuatu menggunakan bahasa inggris. Namun, itu tak diperlukan, karena murid baru tersebut lancar berbahasa Indonesia.

Max dan Regi pun tak ingin ketinggalan. Hanya Daniel yang tetap acuh tak acuh.

Daniel berkata dalam hatinya, "Guru baru, Murid juga ada yang baru. apalagi yang bakal baru?"

"Ayo, perkenalkan dirimu," kata Bu Nia.

"Halo semuanya, Namaku Bella van Liestiel. Aku dari Belanda. Ayah dan Ibuku dari Belanda juga, tapi Nenekku berasal dari Indonesia. Kalian bisa memanggilku Bella. Salam Kenal semuanya."

Bella mengakhiri perkenalkan diri dengan senyum manisnya.

Ketua kelas segera bertanya, "Hobimu apa?"

Yang lain juga tak ketinggalan untuk bertanya, "Bella sudah punya pacar?"

"Nama Facebookmu apa, Bella?"

"Nomor Whatsappmu, Bella!"

"Instagrammu apa, Bella? Nanti kufollow!"

"Channel Youtubemu, Bella. Nanti aku Subcribe!"

"Ukuran sepatu..."

"Binatang kesukaan..."

"Bunga kesukaan..."

"Makanan favorit..."

Semua hal yang berkatai kehiduoan keseharian Bella ditanyakan oleh siswa laki-laki. Tetapi, Bella hanya menjawab beberapa.

"Um, Bella belum punya pacar. Terus hewan kesukaan Bella itu Kucing, dan-"

Belum selesai Bella menjawab, Siswa laki-laki kembali berteriak senang.

Di kelas sebelah, dimana pak guru botak masih dalam sesi perkenalan di kelasnya, mendengar teriakan dari kelas sebelah.

Urat di dahinya sudah muncul, wajahnya merah karena marah. Ia pun segera ke kelas 11-B.

"Kalian ini, sudah dibilangin..." Pak Guru botak melihat Bu Nia, lalu meneruskan dengan lembut, "jangan ribut. Ini sekolah, tolong lebih tenang supaya yang lain tidak terganggu."

Setelah mengatakan itu, Pak Botak tersenyum, kemudian ia kembali ke kelasnya.

Daniel melihat ini menjadi ragu, "Hei pak, Bapak ini guru killer atau bukan sih?"

Siswa laki-laki menjadi tenang dan menghela nafas lega.

Dahi Bu Nia berkeringat dingin karena di hari pertamanya menjadi guru, sudah dua kali mengganggu kelas lain.

"Karena kalian sudah kenal, perkenalannya disudahi dulu. Nanti baru dilanjutkan lagi. Bella duduk di ujung sana ya, dekat dengan anak itu."

Bella mengangguk dan menjawab, "Iya, Bu."

Bella yang duduk di samping Daniel, menyapanya, "Halo, aku Bella. Salam kenal."

"Daniel, salam kenal." Daniel hanya membalas salam Bella, tapi tak menatapnya.

Bella penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Daniel. Namun, karena pelajaran akan dimulai, ia hanya bisa menunggu jam pelajaran selesai.

Contents

    ···
    Tap screen to show toolbar
    Got it
    Webnovel
    Contents
    Roboto
    Merriweather
    Read novels on Webnovel app to get:
    DOWNLOAD APP
    MAYBE LATER